Ketidakmampuan kita untuk menerima keberhasilan

Perasaaan bahagia mengalir begitu saja tanpa aral diiringi ungkapan selamat dan pujian
yang keluar dari mulut ketika telinga ketulusan hati mendengar keberhasilan dan
kebaikan yang diperoleh orang lain entah kawan, sahabat, tetangga, rekan kerja,
bawahan, atasan, atau siapapun dan bahkan pada orang yang pernah menyakiti kita
sekalipun. Mestinya kondisi ini secara tidak langsung membuat semangat kita untuk
mempelajari rahasia keberhasilan tersebut darinya tak pernah surut dan semakin besar.

Di sisi lain, Ketidakmampuan kita untuk menerima keberhasilan tersebut akan membuat
kata yang terucap menjadi sindiran bahkan cemoohan yang menganggap keberhasilan
tersebut tidak layak diperoleh. Rasa curiga, iri dengki, keculasan hati, adalah bentuk
refleksi diri atas sikap cemburu dan kesangsian hati kita menerima keberhasilan orang lain.
Bahkan terkadang sikap cemburu kita membuat kita tidak mampu untuk berpikir jernih
dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan jauh dari nalar manusia.

Ketulusan hati dengan sendirinya akan memancarkan sinar cerah keseluruh pori-pori
wajah, sebaliknya keculasan hati menutupi sinar cerah yang hendak keluar melalui pori-
pori. Jadi, meski dibungkus dengan senyuman terbaik manapun takkan sanggup
menepis hawa busuk yang menghiasinya. Sedangkan bagi ketulusan hati, tak perlu
bersusah payah meredam kebahagian hati karena kalimat apapun yang terucap dan
bahasa tubuh yang digerakan akan terlihat harmonis

Kedamaian hati akan mendiami jiwa yang bersih sedangkan keresahan hati akan
mendiami jiwa yang kotor. (MY)


Ungkapan 'tidak mungkin' adalah kata yang hanya bisa ditemukan dalam
kamus kehidupan orang bodoh (Napoleon Bonaparte)
Read more

0 komentar :

close
vip